BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen PAUD Terintegrasi (Simpati).
Aplikasi ini ditujukan untuk memperkuat pendataan sekaligus penanganan anak usia 5–6 tahun yang belum mengenyam pendidikan anak usia dini (PAUD).
Peluncuran berlangsung di Alun-Alun Blora, dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Blora Ainia Shalichah, didampingi Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Kepala Dinas Pendidikan Sunaryo, serta perwakilan Komisi D DPRD Blora dan Universitas Terbuka.
Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap program wajib belajar pendidikan dasar 13 tahun.
Dikatakan Sunaryo, Simpati memiliki empat tahapan utama, yakni pendataan, verifikasi lapangan, monitoring, serta evaluasi.
“Melalui aplikasi ini, kami ingin memastikan seluruh anak usia 5 sampai 6 tahun dapat mengikuti pendidikan PAUD, khususnya di taman kanak-kanak. Pendataan akan terintegrasi dengan Dapodik, sehingga bisa terdeteksi anak-anak yang belum sekolah, drop out, atau tidak melanjutkan ke SD,” terang Sunaryo.
Ia menambahkan, setelah pendataan dilakukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bunda PAUD di tingkat desa, kelurahan, maupun kecamatan untuk mengajak kembali anak-anak yang belum bersekolah agar dapat masuk ke lembaga PAUD.
Menurut Sunaryo, angka partisipasi sekolah anak usia 5–6 tahun di Blora saat ini masih berada di kisaran 92,8 persen.
Diharapkan, dengan adanya aplikasi Simpati, capaian tersebut bisa meningkat satu persen setiap tahun.
“Harapannya seluruh anak usia PAUD dapat terlayani dengan baik, sehingga target partisipasi sekolah bisa terus meningkat,” pungkasnya. (Mz.Dhe & Arf )



0 Komentar