About Me

header ads

Kunjungan Pasien RSUD dr R Suprapto Cepu Meningkat dalam 3 Tahun Terakhir

Blora — Kunjungan pasien di RSUD dr R Soeprapto Cepu terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pengembangan layanan kesehatan, penambahan tenaga medis, serta peningkatan fasilitas menjadi faktor utama naiknya jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD dr R Soeprapto Cepu, drg Wilys Yuniarti, mengatakan peningkatan pelayanan berdampak langsung pada bertambahnya jumlah kunjungan pasien.

Berdasarkan laporan rapat dewan pengawas semester IV, rata-rata kunjungan pelayanan rawat jalan mengalami peningkatan signifikan. Pada 2023 tercatat 38.348 kunjungan, meningkat menjadi 59.450 kunjungan pada 2024, dan kembali naik menjadi 72.770 kunjungan pada 2025.

“Lonjakan tertinggi terjadi pada 2024 dengan kenaikan mencapai 55,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada 2025 jumlah kunjungan masih meningkat meskipun tidak terlalu signifikan, yakni sekitar 22,4 persen,” kata Wilys di Blora, Jawa Tengah, Rabu.

Ia menjelaskan peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya rumah sakit dalam menambah sumber daya manusia selama tiga tahun terakhir, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan lainnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga melengkapi berbagai sarana penunjang seperti alat kesehatan, fasilitas pelayanan, serta area parkir guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Peningkatan kunjungan juga dipengaruhi hadirnya sejumlah layanan baru, antara lain poli jantung, THT, rehabilitasi medik, poli jiwa, poli mata, serta layanan hemodialisa. Dari berbagai layanan tersebut, poli penyakit dalam menjadi yang paling banyak diminati masyarakat dengan 17.497 kunjungan pada 2025.

Tidak hanya rawat jalan, jumlah pasien rawat inap juga menunjukkan tren peningkatan. Pada 2023 tercatat 10.856 pasien rawat inap, meningkat menjadi 13.742 pasien pada 2024, dan kembali bertambah menjadi 14.038 pasien pada 2025.

Sementara itu, kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga meningkat dari 8.330 kunjungan pada 2023 menjadi 11.657 kunjungan pada 2024 dan mencapai 13.803 kunjungan pada 2025.

Wilys menambahkan sejumlah indikator pelayanan rumah sakit juga menunjukkan capaian yang baik. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) tercatat sebesar 81,4 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien (length of stay/LOS) sekitar 3,5 hari.

Selain itu, turn over interval (TOI) tercatat 0,8 hari, bed turn over (BTO) mencapai 85,2 kali, serta net death rate (NDR) berada pada angka 18,2 per mil.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, rumah sakit menerapkan budaya kerja 5S dan 5R serta melakukan pemantauan mutu melalui kalibrasi alat kesehatan, pendidikan, dan pelatihan bagi tenaga medis.

Ke depan, RSUD Cepu berencana menambah ruang rawat inap khusus bagi pasien gangguan kejiwaan. Rumah sakit juga tengah mempersiapkan penerapan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari pemerintah dengan target minimal 73 persen tempat tidur memenuhi standar tersebut.(***)

Posting Komentar

0 Komentar