About Me

header ads

Mudik Lebaran, Dishub Blora Petakan Jalur Rawan

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora mulai memetakan potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur utama. 

Dinrumkimhub juga menyiapkan empat jalur alternatif guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan memperlancar perjalanan para pemudik.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinrumkimhub Blora, Sunyoto, mengatakan Kabupaten Blora memiliki dua jalur utama dengan intensitas kendaraan cukup tinggi, yakni ruas jalan nasional Rembang–Blora–Cepu dan ruas jalan provinsi Kunduran–Blora yang terhubung dengan jalan nasional Blora–Cepu.

“Untuk jalur Cepu hingga Mantingan (Rembang) sepanjang sekitar 45 kilometer, kondisi jalan relatif baik meski sedikit bergelombang. Sementara ruas Cepu–Blora–Kunduran memiliki panjang sekitar 60 kilometer,” kata Sunyoto, Selasa (10/3/2026).

Selain jalur utama, Dinrumkimhub juga menyiapkan empat jalur alternatif yang menghubungkan Blora dengan sejumlah kabupaten di sekitarnya, seperti Grobogan, Pati, Ngawi, dan Tuban di Jawa Timur.

Jalur alternatif menuju Kabupaten Grobogan dapat dilalui melalui ruas Cepu–Randublatung–Doplang atau dikenal sebagai Jalur Selatan Blora dengan panjang sekitar 38 kilometer dan kondisi jalan baik.

Kemudian jalur yang menghubungkan Blora dengan Kabupaten Pati melalui ruas Kunduran–Todanan–Puncakwangi dengan panjang sekitar 33 kilometer yang juga memiliki kondisi jalan baik.

“Alternatif lainnya menuju wilayah Jawa Timur selain Bojonegoro, yakni ke Kabupaten Ngawi dan Tuban. Kondisi jalannya cukup baik, apalagi telah dilakukan perbaikan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) pada tahun 2024 dan 2025,” jelasnya.

Untuk jalur menuju Tuban, pemudik dapat melalui ruas Jepon–Bogorejo–Jatirogo dengan panjang sekitar 35 kilometer. Sedangkan jalur Randublatung–Getas–Ngawi memiliki panjang sekitar 30 kilometer.

Sunyoto menambahkan, jalur-jalur alternatif tersebut dapat dimanfaatkan pemudik untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama selama arus mudik Lebaran.

“Beberapa jalur alternatif bisa dipilih pemudik jika dinilai lebih cepat atau untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas,” pungkasnya.(***)

Posting Komentar

0 Komentar