Perayaan 80 tahun SMP Negeri 1 Blora menjadi momentum bersejarah untuk memperkuat eksistensi sekolah sekaligus meneguhkan komitmen dalam mencetak lulusan berkarakter, unggul, dan berdaya saing.
Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa perjalanan delapan dekade sekolah tersebut menjadi refleksi sekaligus pijakan dalam mewujudkan visi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Menurutnya, visi SMPN 1 Blora adalah terwujudnya lulusan yang berkarakter “Mustika Ilmu”, yang kemudian diperas menjadi jargon sekolah, yakni “Terdepan, Terbaik, Berkarakter.”
Jargon tersebut tidak hanya dikumandangkan setiap pagi, tetapi juga diupayakan untuk diimplementasikan dalam seluruh aktivitas pendidikan.
“Tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam perilaku dan budaya sekolah,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan 80 tahun ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat keberadaan dan peran SMPN 1 Blora di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid, rekan kerja, alumni, pihak perusahaan, serta seluruh guru yang telah memberikan dukungan, baik material, spiritual, maupun doa,” ungkapnya.
Sebagai bentuk implementasi visi dan jargon tersebut, sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk menggali dan mengekspresikan potensi diri melalui berbagai kegiatan dan kompetisi. Tidak hanya bagi siswa internal, kesempatan juga diberikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD).
“Tercatat sekitar 200 siswa SD mengikuti berbagai lomba yang kami selenggarakan secara luring. Ini bagian dari komitmen kami untuk membuka ruang bagi generasi muda,” jelasnya.
Dalam rangkaian peringatan ini, berbagai kegiatan digelar, mulai dari donor darah, grand final duta sekolah, jalan sehat, hingga pagelaran pentas seni dengan beragam pertunjukan.
Rangkaian kegiatan seremonial dimulai pada 31 Maret dan akan berlanjut hingga puncak acara pada 1 April. Pada hari kedua, sejumlah agenda penting telah disiapkan, termasuk peluncuran buku karya siswa yang akan dilakukan oleh Bunda Literasi, serta kehadiran orang tua siswa, paguyuban kelas, dan unsur Forkopimda.
“Ini adalah momentum besar yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. Kami ingin menjadikannya sebagai tonggak penguatan karakter dan kebersamaan seluruh warga sekolah,” pungkasnya.(Mz.Dhe)




0 Komentar