About Me

header ads

Aset Tumbuh 12 Kali Lipat, BPR BKK Blora Tembus Lima Besar Nasional

BLORA – PT BPR BKK Blora (Perseroda) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bank milik daerah tersebut berhasil masuk lima besar BPR di Indonesia untuk kategori aset Rp500 miliar hingga Rp1 triliun, sekaligus mencatat pertumbuhan aset lebih dari 12 kali lipat dalam kurun waktu dua dekade.

Direktur Utama PT BPR BKK Blora (Perseroda), Puguh Haryono, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis, tata kelola, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, untuk kategori aset Rp500 miliar sampai Rp1 triliun, PT BPR BKK Blora masuk lima besar nasional. Insyaallah penghargaan tersebut akan diserahkan pada Agustus mendatang," ujar Puguh saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).

Puguh menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil perjalanan panjang sejak dirinya dipercaya memimpin BPR BKK Blora pada 2005. 

Saat itu, total aset perusahaan masih di bawah Rp40 miliar. Kini, aset bank daerah tersebut telah menembus lebih dari Rp540 miliar.

Menurutnya, lonjakan aset itu tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran karyawan yang mampu menjalankan arah kebijakan perusahaan secara selaras dan konsisten.

"Hal ini berkat dukungan dan kerja keras seluruh rekan-rekan yang memahami arah kebijakan direksi sehingga perusahaan dapat berkembang seperti sekarang," katanya.

Selain soliditas internal, Puguh menilai penerapan tata kelola perusahaan yang baik menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan. Seluruh laporan keuangan perusahaan diawasi secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga transparansi dan kepatuhan selalu menjadi prioritas.

"Yang paling penting bagi saya adalah menjaga guyub rukun di internal. Kebersamaan itu menjadi modal utama agar perusahaan terus tumbuh," ungkapnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan BPR BKK Blora juga ditopang meningkatnya kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut tercermin dari semakin banyaknya nasabah yang mempercayakan simpanan maupun memanfaatkan layanan pembiayaan di BPR BKK Blora.

"Kepercayaan masyarakat itu yang terus saya pegang. Jangan sampai BPR BKK Blora kehilangan kepercayaan publik," tegasnya.

Meski demikian, Puguh mengakui sektor pembiayaan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, seluruh persoalan yang muncul sejauh ini masih dapat diselesaikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Ke depan, BPR BKK Blora juga akan menghadapi proses konsolidasi sesuai regulasi OJK. Seluruh BPR yang berada dalam satu kepemilikan akan digabung menjadi satu entitas BPR tingkat Provinsi Jawa Tengah.

"Sesuai regulasi OJK, seluruh BPR yang dimiliki satu entitas akan dikonsolidasikan menjadi satu BPR di Jawa Tengah. Jika terealisasi, asetnya diperkirakan mencapai sekitar Rp13 triliun dan berpotensi menjadi BPR terbesar di Indonesia. Karena itu dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan dapat dipercaya," jelasnya.

Menutup keterangannya, Puguh berharap berbagai capaian yang telah diraih tidak berhenti sebagai prestasi semata. 

Ia menegaskan komitmen manajemen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat layanan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Harapan saya, apa yang sudah kami capai hari ini harus menjadi pijakan untuk terus berkembang. Kami tidak hanya ingin mempertahankan pencapaian, tetapi juga terus menumbuhkan perusahaan agar semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya (Mz. dhe).

Posting Komentar

0 Komentar