About Me

header ads

Puncak Hari Jadi Rembang Ditandai Dengan Upacara Gunakan Bahasa Jawa Diiringi Gamelan

REMBANG. Mediaedukasinet.com - Puncak peringatan hari jadi Kabupaten Rembang ke 285 ditandai dengan Upacara besar di Alun-alun Kota Rembang dengan iringan musik Gamelan. Senin  (27/7) 2026.

Bupati Rembang yang juga bertindak sebagai Manggala (Pembina Upacara) menyampaikan berapa pentingnya mengenalkan budaya lokal untuk dilestarikan, agar generasi muda kita tetap mencintai budaya indonesia utamanya budaya sopan santun dan tata krama.

Peringatan hari jadi bulan sekedar mengenang perjalanan Kabupaten Rembang, tetapi bertujuan untuk membangun dan mengukuhkan komitmen serta meneguhkan semangat gotong royong dan jiwa kebersamaan. 

Tema "KETAHANAN PANGAN, SDM UNGGUL, INFRASTRUKTUR  ANDAL UNTUK REMBANG SEJAHTERA" merupakan arah dan tekad bersama dalam menjawab tantangan pembangunan ketahanan pangan ke depan. 

Selain itu Rembang juga sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian peternakan dan kelautan, bebernya.

Harno juga menjelaskan capaian pemerintah Kabupaten Rembang tahun 2025 bahwa Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) meningkat dari 3.57,% menjadi 3,67%. Sementara itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 72,53% jadi 73,40%. 

Pertumbuhan ekonomi 5,08% jadi 5,77%, Tingkat pengangguran terbuka, 2,84% jadi 2,90%. Tingkat kemiskinan turun dari 14,02% menjadi 13,01%, indek infrastruktur naik dari47,46% ke 55,24%. Indeks kualitas lingkungan hidup juga naik menjadi 72,50% Sedangkan untuk Opini Wajar Tanpa Pengecualian sudah ke 8 kalinya bagi Kabupaten Rembang.

Diakhir sambutannya Bupati Rembang  memberikan kabar bahagia bagi pekerja PPPK untuk tahun 2026 yang habis masa kerjanya  tetap diperpanjang di tahun 2027, Disambut  tepuk tangan para peserta upacara.

Upacara Menggunakan Bahasa Jawa

Puncak upacara Peringatan hari jadi ke 285 Pemkab Rembang  bekerjasama dengan Permadani Rembang. Tata urutan upacara diiringi  dengan musik gamelan. 

Ketua DPD Permadani Jawa Tengah, Edy Kiswanto SH kepada awak media menjelaskan bahwa untuk setiap upacara hari jadi Rembang selalu menjadi mitra bagi pemkab Rembang.

Lanjut dia, banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia maka kami tetap mempertahankan budaya lokal bahasa Jawa. "Agar anak- anak muda atau generasi Z masih mengenal dan tidak meninggalkan budaya leluhur sesuai dengan adab timur budaya kita," tuturnya.

Kemitraan Permadani dengan Pemkab Rembang merupakan wujud sinergitas dalam melestarikan budaya Jawa. ada pepatah mengatakan bahwa" Wong Jawa itu gak ilang Jowone" makanya sebagai generasi muda tetap mengikuti zaman UN tetapi bahasa Jawa itu tidak lapuk oleh Jaman.

Disamping itu makna dalam upacara dengan bahasa Jawa ini juga memberikan pemahaman pentingnya kita mempertahankan budaya lokal agar tidak terlindas oleh budaya asing, pungkasnya. (Sigit)

Posting Komentar

0 Komentar