BLORA – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Blora akan menggelar kejuaraan drag bike atau balap motor trek lurus pada 15 Agustus 2026 mendatang.
Event yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 itu diharapkan menjadi wadah bagi pegiat otomotif sekaligus menekan maraknya aksi balap liar di jalan raya.
Ketua IMI Blora, Adiria, yang juga anggota DPRD Blora dari Partai Gerindra, mengatakan penyelenggaraan drag bike tersebut merupakan hasil kolaborasi IMI Blora bersama Danang Wicaksana dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pembalap, tetapi juga memberikan ruang yang aman dan legal bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki hobi balap motor.
"Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak yang memiliki hobi balap agar tidak lagi melakukan balap liar di jalan raya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun membahayakan pengguna jalan lainnya," ujar Adiria, Kamis, (6/8/2026).
Ia menjelaskan, balapan akan menggunakan lintasan sepanjang 201 meter dengan tambahan area pengereman sekitar 200 meter, sehingga total panjang lintasan mencapai sekitar 401 meter.
Panitia menyiapkan sekitar 22 kelas perlombaan dengan target sedikitnya 500 starter dari berbagai daerah. Kelas yang dipertandingkan mulai dari motor standar dengan modifikasi ringan hingga beberapa kategori lain yang diperuntukkan bagi penyaluran hobi otomotif.
"Intinya kegiatan ini menjadi sarana menyalurkan bakat dan hobi para pembalap secara positif," katanya.
Adiria mengungkapkan, drag bike di Blora sempat pernah digelar sekitar 15 tahun lalu. Karena itu, ia berharap kejuaraan yang akan kembali digelar tahun ini dapat berlangsung sukses dan menjadi agenda otomotif yang berkelanjutan.
Selain mendorong prestasi olahraga otomotif, penyelenggaraan event tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Panitia juga menggandeng pihak gereja yang berada di sekitar arena balap. Sebagai bentuk kepedulian sosial, sebagian hasil penjualan tiket akan disalurkan kepada yayasan yang mengelola asrama gereja melalui kegiatan bakti sosial.
"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui otomotif, kami ingin menghadirkan dampak positif bagi ekonomi dan kegiatan sosial," jelasnya.
Kejuaraan ini terbuka bagi peserta mulai usia minimal sekitar 10 hingga 12 tahun, sementara batas usia maksimal tidak ditentukan selama memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.
Adiria berharap momentum HUT Republik Indonesia ke-81 menjadi semangat untuk menyatukan pecinta otomotif dalam kegiatan yang tertib, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.(Mz. dhe)



0 Komentar