About Me

header ads

Rakerda PAN Blora: Bidik 6 Kursi DPRD dan 1 Kursi DPR RI di Pemilu 2026

BLORA – Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Blora mulai mematangkan strategi politik menghadapi Pemilu 2029. 

Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu (9/8/2026), PAN Blora menetapkan target perolehan enam kursi DPRD Kabupaten Blora, satu kursi DPRD Jawa Tengah, dan satu kursi DPR RI.

Target tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai, meningkatkan kaderisasi, memperluas basis dukungan, serta menyiapkan strategi pemenangan sejak jauh hari.

Wakil Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Bambang Anto Wibowo (Bambang A.W), mengatakan target politik tersebut harus dibarengi kerja nyata kader di tengah masyarakat. Menurutnya, PAN tidak boleh hanya muncul ketika momentum pemilu tiba.

“Kami tidak ingin PAN hanya hadir saat musim pemilu. Kader PAN harus hadir setiap saat di tengah masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan rakyat dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, target enam kursi DPRD Blora hingga satu kursi DPR RI bukan sekadar angka yang ditetapkan dalam forum partai. Target itu harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang terukur dan konsisten.

Menurut Bambang, kemenangan pemilu tidak cukup hanya mengandalkan figur atau popularitas menjelang pencoblosan. Soliditas organisasi hingga tingkat bawah justru menjadi salah satu kunci utama.

Karena itu, PAN Blora akan melakukan restrukturisasi kepengurusan DPC dan DPRt, memperbarui basis data kader, merekrut relawan, serta menyiapkan jaringan saksi hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS).

“Kunci kemenangan ada pada soliditas organisasi. Kami mendorong seluruh DPC dan DPRt untuk aktif melakukan konsolidasi dan kaderisasi. Mesin partai harus bergerak mulai sekarang, bukan menjelang pemilu,” tegasnya.

Selain konsolidasi internal, PAN Blora juga menyiapkan sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi bidang ekonomi, pangan, kesehatan, pendidikan dan sosial.

Di bidang ekonomi, PAN akan mendorong bantuan permodalan bagi pelaku UMKM. Sementara sektor pangan akan diisi dengan program pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Di bidang kesehatan, PAN menyiapkan pemeriksaan kesehatan gratis. Sedangkan sektor pendidikan diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Untuk bidang sosial, PAN berkomitmen memberikan bantuan kepada korban bencana dan kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Bambang menyebut langkah tersebut sebagai bentuk politik pelayanan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui manfaat yang dirasakan secara langsung, bukan semata-mata melalui kampanye politik.

“Politik yang kami bangun adalah politik pelayanan. Ketika masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran PAN, kepercayaan publik akan tumbuh. Itulah modal utama untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2029,” katanya.

PAN Blora juga mulai membidik kelompok pemilih muda yang diperkirakan memiliki pengaruh besar dalam Pemilu 2029. Penguatan komunikasi melalui media sosial menjadi salah satu strategi untuk menjangkau kalangan milenial dan Generasi Z.

Selain itu, partai akan melakukan pemetaan daerah pemilihan (dapil) yang dinilai memiliki potensi penambahan kursi. Sejumlah kader internal dan tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kapasitas serta elektabilitas mulai dipetakan untuk dipersiapkan menghadapi kontestasi legislatif.

Sejumlah persoalan daerah juga akan menjadi fokus perjuangan PAN, antara lain pertanian, ketersediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, UMKM, kuliner dan pariwisata. (***)

Posting Komentar

0 Komentar