BLORA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, pada Jumat siang (11/9/2026) sidak ke Dapur SPPG Sukorejo 2 Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Yang kemarin diduga kuat menjadi penyebab kejadian keracunan pelajar di wilayah Kecamatan Tunjungan.
Sidak dilakukan dengan didampingi Bupati Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, dan Komandan Kodim 0721 Blora, Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos. Kemudian ada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan Forkopimcam Tunjungan.
Setibanya di lokasi, Wakil Ketua BGN dan rombongan langsung meninjau kondisi SPPG baik dari sisi bangunan maupun operasional.
Evaluasi internal dilakukan langsung di dalam dapur SPPG, bersama Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita. Adapun Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani ; bersama pemilik SPPG Sekorejo 2 Wasono Basuki, hanya dapat terdiam mendengarkan teguran dari Wakil Ketua BGN.
Selama sidak, Wakil Ketua BGN ternyata menemukan kondisi dapur yang menurutnya sangat tidak layak. Ia bahkan menegaskan bahwa kepala dapur langsung dicopot dan dapur akan disuspend secara permanen.
“Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan (MBG) di Blora (SPPG Sukorejo 2 Tunjungan). Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen. Saya lihat dapurnya sangat sangat tidak layak, cukup jelek dan banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan. Nanti setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen,” tegasnya.
“Kemudian kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tidak patuh pada SOP,” lanjut Trenggono.
“Yang utama adalah, kami ucapkan terimakasih kepada Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati selaku Ketua Satgas, yang telah bergerak cepat sehingga semuanya dapat tertangani dengan baik. Alhamdulillah semua korban sudah mulai membaik, tinggal beberapa yang masih di rumah sakit kondisinya juga berangsur pulih,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihaknya sempat menjenguk 2 korban yang masih perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan 1 korban yang masih perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora. Ketiganya sudah berangsur pulih dan menunggu jadwal pulang dari dokter.
Lantas, terkait dengan unsur pelanggaran hukum, pihaknya menyatakan masih menunggu hasil investigasi dan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hasil laboratorium nya juga masih diproses, sabar ya,” ucap Trenggono.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengucapkan terimakasih kepada Wakil Kepala BGN yang telah bersedia turun langsung melaksanakan monitoring dan sidak di Kabupaten Blora.
Karena menurutnya banyak koordinator MBG yang minim komunikasi dengan unsur pimpinan daerah, sehingga pihaknya mendorong agar kedepan ada forum evaluasi bersama dengan lintas sektoral.
“Terimakasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah berkenan hadir ke Blora dan memberikan teguran keras kepada SPPG yang tidak sesuai standar. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh SPPG. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi,” tukasnya.
Kemarin, pihaknya juga melaksanakan peninjauan dan menjenguk para korban yang masih dirawat di rumah sakit.
Untuk diketahui, peristiwa keracunan menu MBG ini berawal pada hari Senin (7/9/2026) ketika ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan merasakan tidak enak badan, perut mules dan lainnya hingga diare. Setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Sukorejo 2 Kecamatan Tunjungan.
Terpisah, Afif Djaelani, Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 mengaku saat kejadian pihaknya mendistribusikan menu nasi ayam woku dengan tumis brokoli, lalapan, dan buah apel.
“Menunya kemarin ayam woku, sambal lalapan, brokoli, dan buahnya apel. Kami tidak ada kesengajaan. Kami menunggu hasil investigasi saja,” ucapnya singkat. (*)



0 Komentar