BLORA – Mengantisipasi potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027, pemerintah desa se-Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tersebut diikuti kepala desa, sekretaris desa, operator, dan bendahara dari masing-masing desa.
Turut hadir Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Inspektorat Kabupaten Blora, serta Camat Tunjungan.
Bimtek tersebut difokuskan pada penguatan administrasi dan tata kelola keuangan desa, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi awal terkait persiapan Pilkades serentak 2027.
Camat Tunjungan, Ani Wahyu Kumalasari, S.STP., M.A., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa agar semakin memahami tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, materi Bimtek disampaikan oleh narasumber dari Dinas PMD dan Inspektorat. Dinas PMD memberikan materi mengenai persiapan Pilkades 2027 serta pengelolaan keuangan desa, sedangkan Inspektorat menyampaikan materi terkait pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
"Harapannya, pengelolaan keuangan desa semakin baik, tidak hanya pada tahap perencanaan, tetapi juga pelaksanaan hingga pengawasannya," ujarnya.
Ani menjelaskan, Kecamatan Tunjungan selama ini turut melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap pengelolaan keuangan desa. Pelaksanaannya dilakukan melalui pembentukan beberapa tim yang bertugas memantau perkembangan kegiatan di masing-masing desa.
Monitoring tersebut, lanjutnya, juga disesuaikan dengan tahapan pencairan Dana Desa yang dilakukan dalam dua tahap. Langkah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi lebih awal apabila terdapat kekurangan administrasi maupun pelaksanaan kegiatan yang perlu segera ditindaklanjuti.
"Kami melakukan monitoring terlebih dahulu sebelum Inspektorat melaksanakan pemeriksaan sesuai jadwal. Harapannya, apabila ada kekurangan bisa segera diperbaiki sehingga dapat meminimalkan potensi temuan," jelasnya.
Terkait Pilkades 2027, Ani menegaskan bahwa kegiatan kali ini masih sebatas sosialisasi awal atau tahap pengenalan. Pemerintah desa diharapkan kembali memahami tahapan dan ketentuan pelaksanaan Pilkades, terlebih kemungkinan adanya perubahan regulasi.
Menurutnya, penyegaran materi diperlukan mengingat pelaksanaan Pilkades bukan agenda rutin tahunan sehingga sebagian aparatur desa perlu kembali memahami mekanisme dan aturan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek, Ali Sadikin, yang juga menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Kalangan, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.
Pemilihan lokasi di wilayah dalam kota Blora menjadi salah satu langkah agar pelaksanaan kegiatan lebih efisien tanpa mengurangi substansi materi yang disampaikan.
"Kami berharap kegiatan Bimtek ini berjalan lancar sampai selesai. Materinya berkaitan dengan administrasi keuangan desa dan sosialisasi persiapan Pilkades 2027," katanya.
Ali menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi seluruh perangkat desa dalam menghadapi tahapan Pilkades mendatang. Selain memahami ketentuan dan mekanisme pemilihan, aparatur desa juga diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif di wilayah masing-masing.
"Harapan kami, teman-teman perangkat desa mampu mendukung dan melaksanakan seluruh tahapan Pilkades 2027 dengan baik, lancar, serta tercipta kondusivitas di desa-desa se-Kecamatan Tunjungan," pungkasnya.
(Mz. Dhe)



0 Komentar