About Me

header ads

Di Blora, Angka Pernikahan Dini Cukup Tinggi


Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berancana (Dalduk KB) pada hari Rabu (13/2/2019), mengelar Orientasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma) Kabupaten Blora.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Pendopo Bupati, orientasi dibuka langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, dan dihadiri oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah dr. Ratih Dewanti Sari.

Orientasi diikuti oleh Pengurus Ponpes, Ketua PKK Kecamatan, Muslimat masing masing kecamatan, Pengurus Aisiyah, Forum Antar Umat Beragama Peduli Kependudukan, Kualisi Kependudukan Indonesia, Penyuluh KB, dan OPD terkait.
Kepala Dinas Dalduk KB Kabupaten Blora, Winarno dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini mengambil tema “Membangun Komitmen Bersama Toga /Toma Dalam Menyukseskan Program KKBPK di Kabupaten Blora,”.

“Orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang program KKBPK bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat serta kader kader yang ada di Kabupaten Blora” ucap Winarno.

Tak hanya itu, lanjut Winarno, kegiatan ini juga untuk meningkatkan peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya mengembangkan Program KKBPK di Kabupaten Blora sehingga dapat memberikan dampak- dampak positif.

“ Jangan sampai masyarakat tidak tahu tentang Program KKBPK ini, oleh sebab itu kami mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat agar nanti bisa mensosialisasikan di masing masing kalangan masyarakat.” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengapresiasi kegiatan yang di lakukan guna memperoleh keluarga yang sehat sejahtera.

“Tantangan hidup kedepan semakin berat, selain kuantitas, juga di perlukan kualitas yang baik dan ini diperlukan dari keluarga yang kita rencanakan. Semua harus bisa berperan dalam pencegahan pernikahan dini,” jelas Bupati.

Bupati menjelaskan, pernikahan dini yang terjadi di Blora saat ini masih tergolong sangat tinggi, kondisi ini berpengaruh terhadap tingginya perceraian. Oleh sebab itu Bupati mengajak agar masyarakat bisa merencanakan pernikahannya secara matang.

“Tingginya perceraian yang terjadi di pengaruhi oleh faktor ekonomi, oleh karena itu, saya berharap masyarakat bisa merencanakan pernikahannya sebaik mungkin, agar menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas” lanjut Bupati.

Bupati juga meminta masyarakat untuk menggiatkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mengantisipasi tindak terorisme, seperti yang terjadi di Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan selalu waspada dimanapun berada, untuk mengantisipasi hal itu saya harap, masyarakat mengaktifkan kembali kegiatan warga di perkampungan. Seperti pos ronda, atau kegiatan siskamling,” tegasnya.

Menurut Bupati upaya deteksi dini juga bisa dilakukan para pemangku wilayah setempat, misalnya, terhadap kehadiran orang baru atau orang asing yang tinggal atau bermukim di wilayahnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan Orientasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan narasumber dr. Ratih Dewanti Sari dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah. (***)

Posting Komentar

0 Komentar