About Me

header ads

Gelar Reses di Blora, Rohmad Marzuki Akan Perjuangkan 3 Hal Ini


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Propinsi Jawa Tengah, Rohmad Marzuki bertekad akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Blora. 

Hal itu disampaikan oleh Rohmad Marzuki saat menggelar reses untuk menjaring aspirasi masyarakat di Gedung Inpres, Tunjungan, (19/2/2022).

Anggota Komsi B DPRD Jateng itu mengatakan, ada 3 persoalan yang akan di perjuangkan saat rapat Paripurna di hadapan Gubernur dan Pimpinan DPRD Prop Jateng. 

Poin pertama, dijelaskan Rohmad Marzuki adalah terkait masalah vaksin PMK. "Kita mendapatkan keluhan ternyata untuk vaksin PMK belum merata, nanti akan kita perjuangkan di rapat paripurna kita sampaikan ke Gubernur," terangnya.

"Padahal kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Blora populasi ternak terutama sapi terbesar se Jawa Tengah,"ujarnya. 


Marzuki menambahkan, dalam pembahasan komisi B dengan Dinas Peternakan akan didorong terkait percepatan vaksinasi PMK.

Perosalan yang kedua, dikatakan Rohmad Marzuki adalah terkait persoalan pupuk bersubsidi.

"Pupuk subsidi merupakan kebijaksanan dari Pemerintah Pusat, jadi alokasi tentang pupuk subsidi ditentukan Pemerintah Pusat berdasarkan alokasi APBN,"paparnya. 

"Blora termasuk terbesar no 2 dari alokasi pupuk bersubsidi se Jawa Tengah karena Blora dan Grobogan ini sentra untuk Padi Jagung Kedelai (Pajale) sehingga alokasinya memang lebih besar dari Kabupaten lain yang ada di Jawa Tengah," tambahnya.

Lanjutnya, bahwa pupuk subsidinya terbatas, untuk itu harus dikawal supaya tepat sasaran, tepat waktu tidak ada permainan.

"Jangan sampai pupuk subsidi di jual di Kabupaten lain karena itu menyalahi aturan dan kami akan sampaikan persoalan pupuk di depan Gubernur," katanya. 

Rohmad Marzuki juga bertekad akan mendorong Dinas Disperindag karena ada KP3 yang di bentuk komisi pengawas Pupuk dan Petisida untuk mengawal dan mengawasi lebih ketat terkait masalah distribusi pupuk subsidi yang sangat terbatas dari Pemerintah Pusat Pusat.

Kemudian persoalan yang ketiga, seperti yang disampaikan olehRohmad Marzuki adalah perbaikan jalan Propinsi di Wirosari, Kunduran dan Ngawen.

"Saya melihat di Wirosari sampai Kunduran dan Ngawen rusak lagi, karena jalan hanya tambal sulam ini akan sampaikan untuk prioritas secara detail dan di usahakan pembangunan jangan tambal sulam lagi dan di usahkan kita dorong pada anggaran pada perubahan," tuturnya.

Sementara itu terkait tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rohmad Marzuki, mengatakan, BUMDes merupakan salah satu pendorong perekonomian di Kabupaten Blora.

Dijelaskan olehnya, Blora memiliki potensi luar biasa dari sisi pertanian, potensi hutan, migasnya dan potensi budayanya. Untuk itu, jadi potensi yang dapat dikerjakan oleh BUMDes.

"Bumdes di Kabupaten Blora khususnya bumdes di Tunjungan harus ada bumdes yang bisa menjadi contoh bumdes yang lain,"  terangnya.


Sementara itu, Yasir Kepala Desa Tunjungan saat di temui awak media menyampaikan, dengan kehadiran Rohmat Marzuki berharap kedepannya usaha BUMDes di Tunjungan dapat lebih menjadi bonafit.

Diakui olehnya, sejak pandemi selama dua tahun, BUMDes mengalami penurunan. (ms dhe & hd) 

Posting Komentar

0 Komentar