About Me

header ads

Keris jadi Edukasi dan Literasi

Pusaka Agung  yang dimiliki setiap daerah mempunyai  ciri khas bentuk Tekstur pada pusaka  masing-masing memiliki kearifan lokal dalam melestarikan tradisi dan kebudayaan. 

"Hal-hal ini tiap-tiap daerah menunjukkan keunikan dan kekhasannya. Dan ini bisa menjadi edukasi dan literasi," ucap Ketua Umum SNKI Dr.H.Fadli Zon S.S,M.Sc pada Pelantikan Kepengurusan Sekertariat Nasional Perkerisan Indonesia  (SNKI ) Korwil Jateng Utara dan Sarasean Budaya Dengan Tema " SNKI DIGDAYA, MENUJU NUSANTARA MERCUSUAR DUNIA "

Dalam acara yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Blora Sabtu 26 /8/2023, Fadli Zon berharap mudah-mudahan bisa dicari sumber literasinya Kanjeng Kiai Bismo, dari naskah-naskah yang ada.


Fadli Zon yang memiliki gelar Kanjeng Pangeran Fadli Zon Kusumohadiningrat berharap kepada pengurus SNKI Jateng yang baru saja dilantik mampu menggali lebih dalam referensi tentang pusaka Blora tersebut.

"Mungkin SNKI bisa membantu mencarikan narasi tentang keris tersebut. Saya kira akan bisa menjadi bagian edukasi bagaimana asal usulnya, filosofinya, pamornya, dapurnya dan sebagainya," harapnya.

Lebih lanjut, Politikus partai Gerindra ini juga mempertahankan bagaimana keris dapat dilestarikan sebagai wujud komitmen budaya adhi luhung  bangsa.

"Ini merupakan bentuk komitmen budaya adhiluhung kita. Salah satunya Blora banyak sekali ekspresi seni budaya yang ada dan terkadang orang Jakarta atau daerah lainnya tidak tahu," ucapnya. 

Demikian juga Pramono Pinunggul SSn , yang lebih akrab dipanggil Ki Ageng Pramono Bidang Tradisi dan Agama SNKI, menambahkan, bahwa pusaka Keris Kanjeng  Bismo merupakan keris yang memiliki nilai Adhi luhung yang tinggi, yaitu memiliki olah teknis garap yang sesuai pakem keris dan estetika yang tinggi.



" Juga memiliki nilai simbolis  dan spiritual yang dalam, sehingga termasuk Keris Pemilih (TDK setiap orang cocok untuk memilikinya) hanya orang tertentu yang bisa bersinergi dan menjadi simbol doa, hajat , obsesi, cita cita dan permohonan kepada Tuhan YME, " jelas Ki Ageng Pramono yang juga Ketua Lingkar Kajian Keris Jogjakarta itu. 

Pimpinan Majalah BESALEN itu menjelaskan,  setelah memegang keris dan berinteraksi, menerangkan bahwa Keris tersebut termasuk keris sepuh yang memilik pamor Tri warna, dengan teknis penempaan pamor miring, Luk 9.

" Tangguh era Majapahit ahkir abad 15, wrongko Ladrang solo yg dibiarkan orisinil apa adanya, sesuai dengan keadaan dari turun temurun, " terang Wakil Ketua Sentra Tosan Aji Bantul Jogjakarta itu. 

" Bilah keris dalam keadaan mutih keris belum diwarangi, " katanya. 

Ki Paramono berharap, adanya SNKI di Blora diharapkan menjadi mitra edukasi budaya keris, yang memberi apresiasi yang proposional sesuai dengan kearifan  lokal, sesuai dengan kaidah dan pakem Keris, yang bermanfaat bagi pandemen keris dan masyarakat pada umumnya.

Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutannya saat pelantikan pengurus SNKI dengan tagline, 'SNKI Digdaya, Menuju Nusantara Mercusuar Dunia' menyambut hangat dan dia siap bersinergi mendukung program SNKI.

"Kami siap bersinergi dalam rangka meningkatkan khasanah budaya bangsa di Jawa Tengah. Dan juga melestarikan keris yang ada di Blora. Jika kesenian kebudayaan tradisional kita rawat, maka Blora jadi adem," ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan perform art dari Kelompok Seni Anak Jagal Abilowo kemudian sarasehan dan diskusi panel dengan tema 'SNKI Digdaya, Menuju Nusantara Mercusuar Dunia'.

Hadir dalam acara tersebut, selain Ketua  Umum SNKI  Dr.H.Fadli Zon S.S,M.Sc ada juga Sekum Mpu Basuki Yuono, Mbah Kadim , Ki Pramono Pinunggul,  Agung Guntoro ,Budayawan dan Pemerti keris Blora maupun Luar kota serya. (ms dhe & hd)

Posting Komentar

0 Komentar