BLORA, Karnaval Pawai Pembangunan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Blora Sebanyak 29 kontingen dari kelompok SMA, instansi pemerintah, dan umum turut memeriahkan.
Pawai budaya yang mengusung tema keberagaman Nusantara ini menjadi ajang untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian budaya Indonesia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, Yayuk Windrati mengatakan, bahwa pilihan menampilkan Reog Ponorogo dalam pawai memiliki pesan dan filosofi yang mendalam.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan untuk mengusung Reog Ponorogo menjadi Warisan Budaya Tak benda (WBTb) UNESCO.
“Acara pawai budaya ini ditujukan untuk menegaskan kembali komitmen Pemerintah dan menguatkan legitimasi Reog Ponorogo sebagai WBTb,” katanya, Minggu (24/8/2025).
Yayuk menjelaskan, pihaknya ingin mengangkat seni budaya Indonesia yang lebih luas.
"Kita cinta barongan, tetapi karena temanya adalah Nusantara, kita coba mengangkat yang lain yang memiliki filosofi perjuangan untuk kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Blora, H. Arief Rohman menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan acara tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang turut berpartisipasi mempersiapkan pawai pembangunan kali ini," ujarnya.
Lanjutnya, semoga kegiatan ini berjalan baik dan lancar dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan lewat tayangan youtube atau live streaming,” ucapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi kepada masyarakat akan kekayaan dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.(***)
0 Komentar