About Me

header ads

Sineas, Pelajar Mahasiswa dan Filantropi Digital Workshop Film Gratis DPRD Jateng di Cepu Bangun Kepercayaan Diri Gen-Z

Mahasiswa KKN IAI Al Muhammad Cepu dan HMJ STTR Cepu bersema peserta workshop film Galaksi TV di Pendopo Kecamatan Cepu

CEPU - Sabtu (28/02/2026) pagi di Pendopo Kecamatan Cepu terasa berbeda. Bukan rapat rutin birokrasi, bukan pula seremoni formal yang kaku. Sejumlah mahasiswa, guru, dan pelajar tampak sibuk menata kursi, memasang perlengkapan, hingga menyambut tamu yang datang dari berbagai sekolah di wilayah Cepu Raya.

Di balik dinamika itu, mahasiswa KKN Kelompok Banyu Kendi dari IAI Al Muhammad Cepu mengambil peran penting. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, melainkan menjadi tulang punggung teknis pelaksanaan workshop pembuatan film gratis yang diselenggarakan oleh Galaksi TV Blora.

Mahasiswa KKN IAI Al Muhammad Cepu yang turut terlibat pada workshop film Galaksi TV di Cepu Raya

Mulai dari penataan ruangan, penerimaan tamu, hingga memfasilitasi pemberkasan SPPD bagi peserta yang mayoritas guru SMA, SMK, dan SRMA, semua dikerjakan secara gotong royong. Bahkan, beberapa mahasiswa turut menjadi MC selama kegiatan berlangsung, tanpa meninggalkan posisi mereka sebagai peserta pelatihan.

Kegiatan ini juga didukung mahasiswa HMJ Teknik Sipil STTR Cepu yang sebelumnya telah bersinergi dengan mahasiswa IAI Al Muhammad dalam kegiatan sosial di Kecamatan Sambong. Kolaborasi lintas kampus ini memperlihatkan bahwa pengabdian masyarakat bisa mengambil bentuk yang lebih kreatif dan kontekstual.

Jati Pamungkas dan Asikin Kartin saat memberikan materi pembuatan film dasar

Menghadirkan Praktisi Film Lokal Berprestasi Nasional

Workshop ini menghadirkan dua nama yang tidak asing dalam dunia perfilman lokal Blora: Jati Pamungkas atau Mas Pupung, serta Asikin Kartin.

Jati Pamungkas pernah mengantarkan karyanya menjadi juara nasional dalam lomba film yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sementara Asikin Kartin dikenal sebagai sineas Indonesia asal Blora yang aktif memproduksi karya-karya visual di berbagai platform.

Kehadiran keduanya tak hanya untuk berbagi teknik pengambilan gambar atau penyusunan naskah. Mereka berbagi pengalaman tentang proses kreatif, kegagalan, konsistensi, dan bagaimana sineas daerah bisa menembus panggung nasional tanpa harus meninggalkan akar lokalnya.

Peserta tidak dibanjiri teori panjang. Setelah pembekalan singkat mengenai dasar pembuatan film, teknik framing, alur cerita, hingga penyusunan pesan visual, mereka langsung diminta praktik.

Asikin Kartin sineas dari Blora saat mengkurasi film yang dibuat oleh peserta workshop

Dari Gadget Sederhana Lahir Karya Nyata

Lokasi praktik tidak jauh dari tempat pelatihan, masih di lingkungan Kantor Kecamatan Cepu. Dengan hanya bermodalkan gadget yang mereka miliki, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk membuat video iklan produk berdurasi sekitar 30 detik hingga satu menit.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dalam waktu singkat, muncul karya-karya visual yang secara estetika dan pesan tergolong baik untuk level lokal. Kerja tim terbentuk secara spontan. Ada yang bertugas sebagai penulis konsep, pengambil gambar, talent, hingga editor dadakan.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa keterbatasan alat bukan penghalang utama kreativitas. Yang lebih menentukan justru keberanian memulai dan ruang untuk mencoba.

Kaji Amin Galaksi memberi motivasi kepada pelajar dan mahasiswa Cepu Raya

Filantropi Digital dan Kegelisahan terhadap Arus Global

Menjelang sesi kurasi karya, peserta dikejutkan dengan kehadiran Abdullah Aminudin, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang akrab disapa Kaji Amin Galaksi.

Belakangan diketahui, workshop gratis ini merupakan bentuk filantropi pribadi Kaji Amin sebagai founder Galaksi TV. Kegiatan ini lahir dari keprihatinannya terhadap derasnya arus film dan drama luar negeri yang mendominasi konsumsi Gen-Z Indonesia, termasuk di Cepu Raya.

Dalam motivasinya, ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton di era digital. Perubahan perilaku media sudah nyata. Televisi konvensional semakin ditinggalkan, sementara YouTube dan platform digital menjadi ruang utama ekspresi.

Alih-alih menolak perubahan, pendekatan yang diambil adalah adaptif: memanfaatkan saluran digital sebagai wadah kreativitas lokal.

Keterlibatan mahasiswa HMJ Teknik Sipil pada acara workshop film Galaksi TV di Kecamatan Cepu

Mendorong Gen-Z Menjadi Produsen Narasi

Kaji Amin mengajak pelajar dan mahasiswa Cepu Raya untuk mengirimkan karya video jurnalistik, dokumenter, maupun film ke kanal Galaksi TV. Karya-karya tersebut dapat berisi kegiatan positif, pembangunan daerah, maupun cerita-cerita inspiratif dari lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk apresiasi, Galaksi TV menjanjikan reward berupa uang pembinaan bagi karya sinema yang dianggap bermutu, tanpa menafikan karya lain yang tetap akan ditayangkan.

Lebih jauh, kegiatan ini tidak sebatas pelatihan teknis. Hal ini menjadi momentum membangun kepercayaan diri generasi muda daerah bahwa mereka mampu menjadi produsen narasi, tak berhenti hanya menjadi konsumen konten global.

Di tengah arus globalisasi digital yang serba cepat, workshop ini menunjukkan bahwa ruang-ruang lokal masih bisa menjadi pusat lahirnya kreativitas. Pendopo kecamatan yang biasanya identik dengan urusan administratif, hari itu berubah menjadi studio ide, tempat lahirnya karya-karya kecil dengan potensi besar.

Dan mungkin, dari sinilah, cerita-cerita tentang Cepu Raya akan lebih sering diceritakan oleh warganya sendiri melalui kanal Galaksi TV.

Posting Komentar

0 Komentar