About Me

header ads

Ketua PGRI Blora Tegaskan Lingkungan Pendidikan Harus Bebas dari Kekerasan

Blora, — Di sela rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun PGRI dan peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Ketua PGRI Blora, Yatni, S.Pd., M.Pd., memberikan tanggapan atas pertanyaan awak media mengenai kasus bullying yang melibatkan siswa di salah satu sekolah di Kabupaten Blora.

Yatni menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. 

“PGRI Blora sangat menyayangkan terjadinya tindakan bullying ini. Lingkungan pendidikan harus bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegasnya, Sabtu 15/11/2025.

Ia menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban agar tidak mengalami dampak jangka panjang.

 “Kami berharap kondisi psikologis anak korban tetap terjaga dan mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.

Meski demikian, Yatni menegaskan bahwa pelaku bullying tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. 

“Anak yang melakukan kesalahan ini tetap berhak bersekolah. Sekolah adalah ruang pembinaan karakter, bukan tempat untuk mencabut masa depan anak,” jelasnya.

PGRI Blora juga mengapresiasi langkah cepat dan kolaboratif dari pihak sekolah, komite, DPRD Blora, Dinas Pendidikan, serta aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini.

 “Kami sangat mengapresiasi sinergi semua pihak. Penanganan terpadu seperti ini penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Pernyataan Ketua PGRI Blora tersebut disampaikan di tengah suasana peringatan HUT PGRI dan HGN yang berlangsung khidmat, sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan harus terus memperkuat upaya pencegahan perundungan demi terciptanya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.(Mz. Dhe)

Posting Komentar

0 Komentar