Blora, — Ikatan Motor Indonesia Blora menggelar ajang balap motor bergengsi DWS Road Race sebagai bagian dari agenda rutin tahunan pembinaan atlet otomotif.
Event ini menjadi wadah resmi bagi ratusan pegiat balap motor untuk menyalurkan bakat sekaligus menekan praktik balap liar di jalan raya, Sabtu (14/2/2026).
Tahun ini, pelaksanaan DWS Road Race digelar pada Februari setelah dilakukan penyesuaian jadwal dari IMI Jawa Tengah, menyusul benturan dengan kejuaraan provinsi dan sejumlah event lain. Biasanya, ajang ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Blora.
Atlet road race Blora, Laga Kusuma, menyebut keputusan tersebut diambil agar Blora tetap mendapat slot penyelenggaraan resmi.
“Karena jadwal dari IMI Jateng berbenturan dengan kejurprov dan event lain, akhirnya Blora kebagian Februari sebelum puasa,” ujarnya.
Dalam kejuaraan tersebut, sebanyak 37 kelas dipertandingkan dengan total sekitar 400 starter dari berbagai daerah.
Tim Laga Kusuma yang akrab disapa Kades Muda juga menurunkan sejumlah pembalap di beberapa kelas yang dilombakan.
Menurutnya, pengalaman paling berkesan selama mengikuti road race adalah saat bertanding di sirkuit non-permanen yang diguyur hujan. Kondisi tersebut menuntut skill tinggi dan fokus penuh agar pembalap tidak terjatuh.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mas Danang dari Fraksi Gerindra DPR RI atas dukungan terhadap terselenggaranya event DWS Road Race yang dinilai spektakuler dan berdampak positif bagi pembinaan atlet daerah.
Menanggapi wacana Ketua IMI Blora, Adiria, terkait rencana penyediaan lokasi latihan bagi atlet road race di wilayah golf, Laga menyatakan dukungan penuh. Ia menyebut usulan tempat latihan telah lama diajukan oleh para pegiat otomotif.
“Kami memahami keterbatasan anggaran daerah karena banyak prioritas, terutama perbaikan infrastruktur. Namun kami berharap aspirasi tempat latihan ini bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Laga berharap Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinporabudpar dapat bersinergi dengan legislatif dan IMI untuk menghadirkan fasilitas latihan yang representatif. Menurutnya, keberadaan tempat latihan menjadi kunci mencetak atlet road race berprestasi dan profesional di Kabupaten Blora.(Mz. Dhe)



0 Komentar