About Me

header ads

Sinar Ramadhan di Jembatan Giyanti, Sinergi Murni STTR dan IAI Al-Muhammad Cepu

mahasiswa IAI Al-Muhammad dan STTR Cepu mengecat jembatan, simbol pengabdian di Desa Giyanti

Minggu yang damai, kala embun masih bersemi di pucuk-pucuk daun dan sinar mentari mulai mengintip malu-malu di sela rimbunnya rumpun bambu, sebuah kisah tentang ketulusan dan pengabdian diukir di Desa Giyanti. Bukan dengan tinta di atas kertas, melainkan dengan kuas dan cat yang membubuhkan rona harapan pada sebuah jembatan sederhana. Kolaborasi mulia antara Kelompok KKN "Banyu Kendi" IAI Al-Muhammad Cepu dan HMJ Teknik Sipil STTR Cepu, pada tanggal 15 Februari 2026, menjadi penanda bahwa semangat "gotong royong" masih hidup dan bersinar terang di muka bumi Blora tercinta ini.

Jembatan penghubung antara lingkungan RT 003 dan kemegahan Masjid Jami' Al Muslimun Giyanti, yang sebelumnya mungkin tampak lesu dalam bayang-bayang waktu, kini disirami warna baru. Ini bukan sekadar renovasi fisik; ini adalah upaya menghidupkan kembali "terang" di jalur langkah para jamaah, terutama anak-anak, yang akan melintasinya dalam perjalanan suci sholat tarawih menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Setiap sapuan kuas adalah doa, setiap tetes cat adalah janji keamanan yang dipersembahkan para intelektual muda kepada warga desa.

Kelompok KKN Banyu Kendi IAI Al Muhammad Cepu kolaborasi dengan HMJ TS renovasi ringan jembatan Giyanti Sambong Blora

Sulur Cahaya dari Ruang Digital ke Hati Nurani

Agustinus Waskito Nugroho, S.T., M.T., seorang kandidat doktor Teknik Sipil dan dosen pembimbing dari STTR Cepu, memantau geliat kerja bakti ini dari balik layar, seperti seorang nahkoda yang memberikan arah tanpa perlu memegang kemudi secara langsung. Beliau memahami bahwa esensi pengabdian tak selalu harus terbungkus dalam aturan kaku. Sebaliknya, ia melepaskan tali kekang, memberikan ruang sebebas-bebasnya bagi para mahasiswa HMJ untuk menafsirkan arti solidaritas dan pengabdian dari relung hati mereka sendiri.

Ini adalah sebuah filosofi pendidikan yang mendalam, kepercayaan adalah pupuk terbaik bagi tumbuhnya inisiatif. Seperti sulur cahaya mentari yang menembus celah dedaunan, inisiatif mahasiswa ini adalah bukti bahwa pemimpin sejati lahir dari kemerdekaan berekspresi dan kepekaan sosial, bukan dari arahan yang top-down. Jiwa gotong royong, yang mungkin sempat terkubur oleh hiruk-pikuk modernitas, kini bangkit kembali, memancar dari setiap senyum dan peluh para pemuda.

Sinergi, Kolaborasi antar Kampus Cepu tumbuhkan persaudaraan antara mereka

Keselarasan Warna, Indahnya Persaudaraan

Munir, Ketua Kelompok KKN "Banyu Kendi" IAI Al-Muhammad, merasakan betul hangatnya persaudaraan itu. Dalam nada tulus, ia menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa HMJ yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari program kerja kelompoknya. Sebuah jembatan tidak hanya terhubung oleh beton dan cat, melainkan juga oleh jalinan tangan dan hati yang tulus.

Dari sisi HMJ, Andika Nur Ananda Putra, sang Ketua, dengan bangga mengucapkan terima kasih atas antusiasme rekan-rekannya. Meski ada sedikit "mendung" karena absennya Presiden BEM STTR Cepu yang harus mengemban tugas lain, semangat di lapangan tak sedikit pun meredup. Justru, ketidakhadiran satu sosok tak mengurangi cahaya yang dipancarkan oleh kerumunan pemuda yang bergotong royong. Ini adalah pelajaran tentang kolektivitas, di mana kekuatan berasal dari kebersamaan.

Posting Komentar

0 Komentar