REMBANG. Mediaedukasinet.com-Safari Ramadhan hari ke 2 Kwartir Cabang membedah Uji SKU Penggalang baik yang ada di Pangkalan SD maupun pangkalan SMP.
Pengawas SPI Mulyono MSi biasa disapa Kak Mung yang setia mendampingi para Nara sumber berpesan agar para pembina jangan memperbanyak teori tetapi ayo kita melakukan.
" Pramuka itu tidak dihapalkan tetapi membentuk jiwa korsa, karakter, dan anak- anak yang berbudi pekerti luhur. Kelak bila ia menjadi pemimpin akan menjadi pemimpin yang ber adab dan berketuhanan, jujur dan amanah,"ujar dia
Pramuka tidak mencetak untuk menjadi pejabat, tetapi mencetak kader generasi muda yang berkarakter, berketuhanan, jujur dan berbudi pekerti yang luhur.
"Mari kita pergunakan Webinar ini untuk saling bertukar pengalaman dan saling mengisi pengalaman di gugus depan kakak agar menjadi pembina yang benar-benar dirindukan anak didiknya ketika membina di sekolahan," jelasnya.
Salah satu peserta pembina dari kota Semarang Kartika yang ternyata sebagai pengajar di SMK kota Semarang, juga menjadi pembina di SD, mengungkapkan sangat senang dengan kegiatan Webinar dari Kwarcab Rembang.
Ia juga memberikan pengalamannya ketika membina di Pangkalan SD bahwa pengenalan dunia Pramuka sudah ia awali dari anak-anak kelas dua (2).
"Jadi dengan pengenalan secara dini kita bisa memberikan edukasi kegiatan Pramuka itu sangat menarik dan menyenangkan," bebernya.
Sementara itu penyaji materi Zaenal Arifin S.Pd memberikan secara rinci bagaimana penyelenggaraan Uji SKU berjalan dengan baik dan menyenangkan bagi para peserta didik.
Mulai dari Tingkat Ramu, Rakit dan terap. Mulai sekarang kita melakukan, jangan menjadi pembina asal tempel tetapi gak tau makna yang dikandung dari kegiatan SKU.
Kalau Uji SKU (Syarat Kecakapan Umum) untuk Pramuka Penggalang SMP N biasanya meliputi beberapa materi, misal
tentang sejarah Pramuka, kode kehormatan Pramuka, dan prinsip-prinsip Pramuka.
Yang selanjutnya meliputi Keterampilan dasar Pramuka, seperti membuat api, membuat shelter, dan navigasi, Pengetahuan tentang pertolongan pertama, seperti memberikan CPR dan mengobati luka.
Uji SKU biasanya dilakukan secara tertulis dan praktik, dan peserta harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan untuk dapat lulus.
Tetapi uji SKU yang dilakukan jangan sampai membuat anak takut tetapi menyenangkan dan sebagai penguji kita juga memberikan masukan bila jawaban Anak-anak masih kurang tetap, pungkasnya.(Sigit)



0 Komentar