About Me

header ads

Ratusan Porsi Menu MBG Dikembalikan, SPPG Andongrejo Benahi Menu dan Kebut IPAL

SPPG Andongrejo bergerak cepat melakukan pembenahan setelah ratusan porsi makanan dikembalikan oleh salah satu sekolah mitra.

Selain mengevaluasi kualitas menu, pengelola juga mulai memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan standar pengelolaan limbah terpenuhi.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Andongrejo mulai memasang IPAL sebagai upaya meningkatkan standar pengelolaan limbah dan kualitas layanan makanan bagi siswa.

Pemilik yayasan sekaligus mitra SPPG Andongrejo, Muhammad Qomari Burhanuddin, menyampaikan bahwa IPAL telah dipesan sejak pertengahan bulan Ramadan dari perusahaan di Kediri yang telah berpengalaman menangani ratusan SPPG.

“IPAL sudah datang di Blora kemarin pagi dan langsung kami ambil. Untuk pemasangan masih menunggu beberapa komponen seperti paralon dan selang. Insya Allah pemasangan dilakukan sore ini dan ditargetkan Senin sudah terpasang,” ujarnya saat ditemui awak media, Jumat (17/4/2026).

Qomari menjelaskan, IPAL tersebut akan diuji untuk memastikan air hasil olahan memenuhi standar yang dipersyaratkan. Jika belum sesuai, pihaknya siap melakukan peningkatan sistem.

“Nanti parameter air keluar akan diuji. Jika belum memenuhi syarat, kami akan lakukan upgrade sistem. Kami juga bekerja sama dengan DLH untuk pengujian kualitas air,” katanya.

Selain limbah cair, pengelolaan sampah padat juga menjadi perhatian. Qomari menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang saat ini hanya mampu melakukan pengangkutan sampah padat satu kali dalam sepekan karena keterbatasan armada.

Untuk mengantisipasi bau dari sisa makanan, SPPG Andongrejo melakukan langkah alternatif.

“Sampah organik seperti kulit sayur dan nasi biasanya setiap hari diambil warga sekitar untuk pakan ternak. Jadi yang tersisa hanya plastik dan sejenisnya, itu pun kami simpan di tempat tertutup agar tidak menimbulkan bau,” jelasnya.

DLH juga telah melakukan evaluasi langsung ke lokasi, termasuk pada Kamis lalu saat kunjungan ke SPPG Andongrejo, guna meninjau pengelolaan limbah cair maupun padat.

Terkait adanya pengembalian menu makanan dari salah satu sekolah mitra, Qomari mengakui hal tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk evaluasi layanan.

“Permasalahannya kemarin karena protein hewani berupa daging tercampur kol mentah, sehingga menimbulkan bau. Kami bertanggung jawab dan akan memperbaiki ke depan,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak SPPG akan mengganti menu untuk sekolah yang terdampak. Tercatat sekitar 192 porsi makanan dikembalikan.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak sekolah untuk penjadwalan penggantian menu. Bahkan akan kami berikan tambahan khusus. Kami juga pastikan ke depan koordinasi lebih baik agar tidak terjadi miskomunikasi, termasuk menyesuaikan dengan hari aktif sekolah,” tambahnya. (***)

Posting Komentar

0 Komentar