BLORA – Pagelaran wayang kulit di halaman depan Gedung DPRD Kabupaten Blora, Sabtu (4/7/2026) malam, menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari oleh keluarga besar DPRD Kabupaten Blora.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan manaqiban, khataman Al-Qur'an, hingga ruwatan yang diikuti anggota DPRD dan jajaran Sekretariat DPRD.
Ketua DPRD Kabupaten Blora, H. Mustopa, S.Pd.I., mengatakan pagelaran wayang kulit sengaja diselenggarakan secara terbuka dan gratis agar dapat dinikmati seluruh masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan.
"Kami menyediakan acara ini secara gratis agar seluruh masyarakat Blora dapat menikmati budaya warisan leluhur bersama-sama," ujar Mustopa dalam sambutannya di hadapan Bupati Blora, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 2 Juli 2026 dengan pembacaan manaqiban, dilanjutkan khataman Al-Qur'an pada 3 Juli, kemudian ruwatan bagi anggota DPRD dan jajaran Sekretariat DPRD pada Sabtu siang (4/7/2026).
Kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang kulit lakon "Sesaji Rajasuya" yang dibawakan dalang asal Blora, Ki Nuryanto.
Mengusung tema "Manunggaling Rasa, Sukra Mulya", Mustopa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menyatukan tekad, dan membangun semangat kebersamaan di bulan Muharram atau Suro.
Menurutnya, tema tersebut mengandung harapan agar seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan DPRD dapat menyamakan niat serta langkah dalam mewujudkan Kabupaten Blora yang lebih maju, aman, damai, dan sejahtera.
Pemilihan lakon "Sesaji Rajasuya" juga dinilai sarat makna. Cerita tersebut menggambarkan sebuah negeri yang mampu mencapai kemakmuran ketika pemimpin dan rakyatnya bersatu, saling mendukung, dan mengedepankan semangat gotong royong.
"Semoga melalui rangkaian doa dan pagelaran budaya ini, Kabupaten Blora senantiasa mendapatkan keberkahan, dijauhkan dari segala marabahaya, serta semakin maju dan harmonis," tuturnya.
Acara penutupan turut dihadiri Bupati Blora, Wakil Bupati Blora, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati halaman Gedung DPRD.
Di akhir sambutannya, Mustopa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan, sekaligus memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, DPRD Kabupaten Blora berharap semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong yang terbangun selama kegiatan dapat terus dipelihara sebagai modal mempercepat pembangunan dan kemajuan Kabupaten Blora. (Mz. Dhe)



0 Komentar