BLORA — Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Kauman Kecamatan Blora untuk sementara waktu dialihkan ke Balai Kelurahan Kauman.
Langkah ini diambil menyusul dilaksanakannya proyek Rehabilitasi dan Revitalisasi sarana-prasarana sekolah secara menyeluruh guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan representative.
Guna memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan hak pembelajaran secara optimal di lokasi sementara, pihak sekolah menerapkan sistem pembagian sesi belajar.
Kepala SDN Kauman Kecamatan Blora, Giartien, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pengaturan jam pelajaran disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang tersedia.
"Karena ruangan di balai kelurahan terbatas sebanyak tiga ruang, pembelajaran kami bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB untuk kelas 1, 2, dan 3," katanya saat ditemui Media Edukasi, Jumat (6/11/2026).
Selanjutnya, kata Giartien, sesi kedua dimulai pukul 10.00–13.00 WIB untuk kelas 4, 5, dan 6. Alokasi jam mata pelajaran tetap kami atur secara presisi menyesuaikan kondisi jadwal tersebut," ujar Giartien.
Proyek revitalisasi fisik SDN Kauman mencakup enam ruang kelas, rehabilitasi ruang perpustakaan, perbaikan fasilitas sanitasi dan toilet yang sebelumnya rusak berat, hingga penataan lingkungan sekolah.
Penataan lingkungan tersebut meliputi pembangunan pagar pengaman serta pembuatan sistem drainase yang selama ini belum terbangun secara maksimal.
Giartien mengungkapkan, sebanyak 172 siswa beserta seluruh staf pengajar menyambut positif pelaksanaan pembangunan ini. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fisik dinilai menjadi dorongan motivasi besar bagi seluruh warga sekolah.
"Alhamdulillah, kami dari pihak kepala sekolah, para guru, hingga anak-anak sangat bersyukur dan senang dengan adanya pembangunan Revit ini. Sarana pembelajaran menjadi jauh lebih baik. Paling tidak, lingkungan sekolah nantinya menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan," ungkapnya.
Ia meyakini bahwa pembenahan infrastruktur ini akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan serta pencapaian prestasi siswa di SDN Kauman.
"Dengan fasilitas yang memadai, otomatis motivasi dan semangat kerja bapak/ibu guru serta kepala sekolah makin meningkat. Begitu pula dengan anak-anak, semangat belajarnya bertambah sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi siswa maupun mutu sekolah secara keseluruhan," tutup Giartien.(Mz. Dhe)



0 Komentar