About Me

header ads

Kementerian Kebudayaan Kawal Barongan Blora Menuju UNESCO

 

JAKARTA — Usulan Barongan Blora menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO resmi mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI. Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Undri, saat menerima audiensi Pemkab Blora di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

​Sebelumnya, Pemkab Blora telah mengantongi kesepakatan (MoU) dengan Pemkab Ponorogo untuk mengajukan Barongan Blora melalui skema perluasan (extension) Reog Ponorogo pada kategori Urgent Safeguarding List (USL).

​"Kami berkomitmen memfasilitasi prosesnya, baik untuk target 2027 maupun 2028. Riset sudah berjalan sejak Agustus, tinggal mematangkan dossier, dokumentasi video, dan kelengkapan administrasi," ujar Undri.

​Fasilitator ICH Asia Pacific, Harry Waluyo, menjelaskan bahwa skema extension jauh lebih efektif dibanding pengusulan mandiri. "Ibaratnya 'rumahnya' sudah ada di UNESCO. Seni budayanya serumpun dengan Reog, tetapi tetap membawa karakter khas masing-masing daerah," jelasnya.

​Sementara itu, tim asistensi BRIN, Damardjati Kun Marjanto, menekankan pentingnya perlindungan mendesak bagi kesenian ini. Hasil riset menunjukkan eksistensi Barongan Blora belum merata, perlengkapannya mulai tidak terawat, serta terjadinya krisis generasi penerus. Skema USL diharapkan mampu menghadirkan bantuan internasional untuk pelestarian yang lebih intensif.

​Plt. Kepala Bapperida Blora, Heru Eko Wiyono, menyambut baik restu dari Kementerian Kebudayaan. "Dukungan ini membuat kami makin mantap melangkah. Target tahun pengusulan akan segera kami finalisasikan bersama Bupati," tuturnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar