About Me

header ads

Libatkan Ribuan ASN, Pemkab Blora Perkuat Akurasi Data Kemiskinan Lewat Desa Cantik 2026

BLORA — Pemerintah Kabupaten Blora mengakselerasi penanganan kemiskinan dengan memperkuat akurasi data berbasis desa melalui pelibatan ribuan ASN dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.

Pemerintah Kabupaten Blora mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat basis data dari desa. Bupati Blora, Arief Rohman, menyatakan seluruh aparatur sipil negara (ASN) akan dilibatkan dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.

Kebijakan tersebut disampaikan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa (21/4/2026).

“Di Blora ada sekitar 11.000 ASN. Nantinya akan kita formulasikan agar terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi sesuai kondisi lapangan,” ujar Arief.

Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi data pemerintah daerah dengan indikator Badan Pusat Statistik (BPS). Keterlibatan ASN diharapkan memperkuat proses verifikasi dan validasi data agar lebih akurat serta berdampak langsung pada kebijakan.

Menurutnya, desa harus menjadi subjek pembangunan. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu bertumpu pada data riil dari desa.

“Basis data semuanya dari desa. Harapannya seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.

Pemkab Blora juga mendorong integrasi program Desa Cantik dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Sejumlah desa yang telah didampingi akan dijadikan model percontohan untuk direplikasi di wilayah lain.

Sementara itu, Kepala BPS Blora, Rukhedi, menilai penguatan data desa menjadi kunci dalam perencanaan hingga evaluasi pembangunan.

“Banyak lembaga mengambil data dari desa dengan berbagai aplikasi, namun kemampuan SDM belum tentu memadai. Karena itu perlu standarisasi dan penguatan kapasitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Desa Cantik 2026 difokuskan pada peningkatan literasi statistik masyarakat, standarisasi pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data agar pembangunan lebih tepat sasaran. Program ini juga diarahkan untuk membentuk agen statistik di tingkat desa.

Tahapan program dimulai dari pelatihan pembina pada Maret 2026, dilanjutkan pendataan lapangan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Penilaian Desa Cantik dijadwalkan berlangsung Agustus–September 2026.

Tahun ini, tiga desa diusulkan sebagai percontohan, yakni Kapuan (Kecamatan Cepu), Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Bogowanti (Kecamatan Ngawen).

Bupati Arief berharap program tersebut dapat diperluas ke seluruh desa di Blora dan disinergikan dengan program Kecamatan Berdaya dari pemerintah provinsi.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan dan penyerahan penghargaan dari BPS kepada tiga desa terpilih sebagai bentuk apresiasi atas komitmen penguatan statistik desa.

Berdasarkan data BPS, tren kemiskinan di Blora menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Persentase kemiskinan tercatat 11,49 persen pada 2023, turun menjadi 11,42 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 10,58 persen pada 2025.

Dari sisi jumlah penduduk, angka kemiskinan juga turun dari sekitar 99,14 ribu jiwa pada 2024 menjadi 92,01 ribu jiwa pada 2025. Penurunan ini dinilai sebagai indikator positif efektivitas kebijakan berbasis data yang terus diperkuat Pemkab Blora.(***)

Posting Komentar

0 Komentar